Indonesia Jadi Pusat Penipuan Lowongan Kerja Tertinggi di Asia: Admin & Data Entry Paling Banyak Dipalsukan
MitraNasional.com — Platform rekrutmen Jobstreet by SEEK merilis laporan mengejutkan terkait meningkatnya kasus penipuan lowongan kerja (job scam) di kawasan Asia. Dalam laporan tersebut, Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus penipuan rekrutmen terbesar di Asia, menyumbang 62 persen dari total kasus yang dilaporkan di wilayah tersebut.
Fenomena ini bukan hanya soal meningkatnya angka kejahatan digital, tetapi juga menggambarkan bagaimana masyarakat—terutama pencari kerja—masih sangat rentan terhadap jeratan modus lowongan palsu yang menyasar pekerjaan entry-level.
Pekerjaan Admin & Data Entry Jadi Target Utama Penipu
SEEK menyebutkan bahwa sebagian besar modus penipuan menyasar pekerjaan yang paling banyak dicari pencari kerja pemula, seperti:
- Admin
- Data entry
- Customer service
- Operator
Pekerjaan jenis ini dianggap paling rawan karena:
- Persyaratan mudah
- Banyak diminati pencari kerja baru
- Tidak membutuhkan keahlian khusus
- Kandidat cenderung cepat melamar tanpa verifikasi
Kategori admin disebut sebagai yang paling sering dipalsukan karena volume lowongannya sangat tinggi di Indonesia.
⚠️ Modus Beragam: Mulai dari Penipuan Uang hingga TPPO
SEEK menekankan bahwa penipuan lowongan kerja kini tidak lagi sekadar meminta uang, tetapi sudah mengarah pada kejahatan yang lebih serius, bahkan berhubungan dengan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Beberapa modus yang teridentifikasi antara lain:
❗ 1. Meminta uang pendaftaran atau training
Korban diminta membayar biaya administrasi, pelatihan, atau pembelian seragam.
❗ 2. Menggunakan identitas perusahaan ternama
Lowongan palsu dibuat dengan mengatasnamakan:
- Bank
- Perusahaan besar BUMN
- Pabrik besar
- Perusahaan teknologi
❗ 3. Mengajak ke luar negeri tanpa dokumen jelas
Beberapa korban direkrut melalui iklan palsu dan dijanjikan pekerjaan di luar negeri dengan gaji besar, namun justru terjebak dalam jaringan TPPO.
❗ 4. Job scam dengan tugas sederhana dan gaji tidak masuk akal
Contoh: “Cuma like & follow dapat Rp300–500 ribu per hari.”
Modus seperti ini biasanya meminta korban mengirim data pribadi dan akhirnya diarahkan ke penipuan deposit.
Kenapa Indonesia Jadi Sasaran Utama?
Ada beberapa faktor yang membuat kasus job scam subur di Indonesia:
- Jumlah pencari kerja yang sangat besar
- Minimnya literasi digital dan keamanan data
- Tingginya minat terhadap pekerjaan entry-level
- Banyaknya perusahaan tanpa situs resmi
- Penggunaan aplikasi instan untuk rekrutmen (WhatsApp/Telegram)
Penipu memanfaatkan situasi ini dan memproduksi ribuan iklan palsu setiap hari.
Tips Menghindari Lowongan Kerja Palsu
Untuk menghindari menjadi korban job scam, pencari kerja wajib memperhatikan hal-hal berikut:
✔ 1. Cek website resmi perusahaan
Perusahaan besar selalu punya halaman karier resmi.
✔ 2. Waspada jika proses rekrutmen lewat WhatsApp pribadi
HRD tidak akan menghubungi pelamar menggunakan nomor pribadi.
✔ 3. Tidak ada perusahaan meminta uang!
Pendaftaran, seragam, pelatihan → selalu gratis.
✔ 4. Cek alamat kantor di Google Maps
Banyak lowongan palsu memakai alamat tidak valid.
✔ 5. Hati-hati jika gaji tidak masuk akal
Contoh: Admin gaji Rp10–15 juta tanpa pengalaman.
✔ 6. Gunakan platform rekrutmen resmi
Seperti JobStreet, LinkedIn, Karir.com, atau website perusahaan.
SEEK: “Job Scam Kini Berkaitan dengan Kejahatan Terorganisir”
SEEK menegaskan bahwa jaringan penipuan lowongan kerja semakin profesional dan terstruktur. Banyak dari mereka beroperasi lintas negara dan memanfaatkan data pribadi korban untuk tindak kriminal, termasuk:
- Penipuan digital
- Pencurian identitas
- TPPO
- Penipuan investasi
Karena itu, edukasi mengenai keamanan digital dan verifikasi lowongan harus diperkuat.
Kesimpulan
Kasus penipuan lowongan kerja di Indonesia kini berada pada level mengkhawatirkan. Menjadi negara dengan 62% kasus job scam di Asia menunjukkan urgensi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat dan memperkuat pengawasan terhadap iklan lowongan palsu.
Pencari kerja perlu lebih berhati-hati dalam menerima informasi rekrutmen, terutama untuk pekerjaan entry-level seperti admin dan data entry yang terbukti paling sering dipalsukan.

